Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) terus memperkuat hubungan kolaboratif dengan dunia industri dan perusahaan melalui berbagai inisiatif strategis yang melibatkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Langkah tersebut merupakan upaya konkret institusi pendidikan tinggi dalam mempersiapkan lulusan yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja modern di era digital.
Kerjasama industri-akademik yang semakin intensif ini menjadi fokus utama pengembangan ekosistem pendidikan di Unmuh Kendari, kampus yang telah melayani pendidikan mahasiswa sejak 1981 ini. Melalui berbagai program partnership, kampus berusaha menghadirkan pengalaman praktis kepada mahasiswa sambil memberikan kontribusi nyata kepada dunia usaha Sulawesi Tenggara.
Latar Belakang: Kebutuhan Akan Sinergi Akademik-Industri
Dalam lanskap pendidikan tinggi kontemporer, gap antara kompetensi akademik dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan data survei ketenagakerjaan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik tahun 2025, tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara mencapai 7,8 persen, menunjukkan adanya mismatch antara skill yang dimiliki lulusan dengan permintaan industri.
Melihat fenomena tersebut, Universitas Muhammadiyah Kendari mengambil inisiatif proaktif dengan melibatkan Unit Kegiatan Mahasiswa sebagai motor penggerak dalam membangun jembatan antara institusi pendidikan dan dunia usaha. UKM di Unmuh Kendari, yang terdiri dari berbagai komunitas mahasiswa dengan fokus pada entrepreneurship, teknologi, dan pengembangan soft skill, dianggap sebagai wadah ideal untuk mewujudkan kolaborasi tersebut.
“Kami memahami bahwa pendidikan tidak hanya tentang transfer pengetahuan di dalam kelas, melainkan juga tentang memberikan pengalaman praktis yang relevan dengan dunia kerja,” ungkap Dr. Ir. H. Hamid Abdullah, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, saat ditemui di Rektorat kampus pada Senin, 7 April 2026.
Delineasi Program Kerjasama yang Komprehensif
Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalin kerjasama strategis dengan lebih dari 25 perusahaan dan industri lokal, nasional, bahkan internasional. Program-program tersebut dirancang dengan matang untuk memberikan manfaat maksimal kepada mahasiswa sekaligus memberikan value tambahan bagi mitra industri.
Salah satu program unggulan adalah “Industrial Mentoring Program” yang diselenggarakan oleh UKM Entrepreneurship dan Innovation Center. Program ini menghubungkan mahasiswa dengan profesional dan praktisi industri yang siap berbagi pengalaman dan ilmu. Setiap kelompok mahasiswa ditugaskan untuk mengembangkan ide bisnis di bawah bimbingan mentor dari industri selama enam bulan.
“Tahun ini, kami telah merekrut 15 mentor dari berbagai industri, mulai dari teknologi informasi, manufaktur, hingga sektor energi terbarukan,” jelas Siti Nurhaliza, Koordinator UKM Entrepreneurship and Innovation Center, dalam wawancara eksklusif dengan pihak pers kampus.
Selain itu, terdapat program “Apprenticeship dan Internship” yang memberkesempatan kepada mahasiswa untuk bekerja langsung di perusahaan mitra selama periode tertentu. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kultur organisasi dan dynamic pasar kerja yang sesungguhnya.
PT Energi Terbarukan Indonesia, salah satu perusahaan multinasional yang menjadi mitra Unmuh Kendari, telah menerima lebih dari 30 mahasiswa untuk program magang dalam dua tahun terakhir. “Kami sangat menghargai kualitas mahasiswa Unmuh Kendari yang sudah dilengkapi dengan pengetahuan teknis dan soft skill yang cukup baik,” ungkap Bambang Suwartono, Direktur Sumber Daya Manusia PT Energi Terbarukan Indonesia.
Kolaborasi Riset dan Pengembangan Produk
Dimensi lain dari kerjasama industri-akademik Unmuh Kendari adalah melalui program kolaborasi riset dan pengembangan produk. UKM Research and Development Committee bekerja sama dengan perusahaan untuk mengidentifikasi masalah praktis yang memerlukan solusi inovatif berbasis penelitian akademik.
Salah satu contoh konkret adalah proyek kolaborasi antara UKM Engineering Society dengan PT Maritim Teknologi Sulawesi untuk mengembangkan sistem monitoring kualitas air berbasis IoT. Proyek ini melibatkan 12 mahasiswa dari program studi Teknik Elektro dan Teknik Informatika.
“Proyek ini bukan hanya memberikan nilai akademik kepada mahasiswa, tetapi juga menghasilkan produk yang siap dikomersialkan. Kami sangat antusias dengan hasil prototype yang telah dikembangkan dan berencana untuk melakukan pilot testing di beberapa lokasi di Sulawesi Tenggara,” kata Indra Kusuma, Engineering Manager PT Maritim Teknologi Sulawesi.
Keterlibatan mahasiswa dalam riset industri ini memberikan pengalaman berharga dalam menerapkan teori akademik ke dalam konteks problem-solving yang nyata dan berimplikasi ekonomi.
Platform Digital dan Networking
Untuk mempermudah interaksi antara mahasiswa, UKM, dan industri, Unmuh Kendari telah mengembangkan platform digital khusus bernama “IndusLink Hub”. Platform ini berfungsi sebagai portal terpadu yang menampilkan lowongan kerja, program magang, kesempatan mentoring, serta informasi tentang partnership opportunities.
“IndusLink Hub adalah ekosistem digital yang kami ciptakan untuk memastikan setiap mahasiswa memiliki akses yang mudah kepada peluang kolaborasi dengan industri. Platform ini juga digunakan untuk tracking progress dan mengukur impact dari setiap program kerjasama,” jelas Dr. Miftahur Rahman, Kepala Pusat Karir dan Alumni Development Unmuh Kendari.
Platform tersebut telah diakses oleh lebih dari 2.000 mahasiswa aktif dan terus berkembang dengan fitur-fitur baru. Hingga akhir Maret 2026, IndusLink Hub telah memfasilitasi lebih dari 150 penempatan magang dan 45 penempatan kerja tetap.
Testimoni dan Dampak Nyata bagi Mahasiswa
Kesuksesan program kerjasama ini dapat dilihat dari testimoni mahasiswa yang telah mengalami secara langsung manfaatnya. Fauzan Rizki, mahasiswa semester VII program studi Teknik Mesin, mengakui bahwa mentoring dari industri telah mengubah perspektifnya tentang karir profesional.
“Sebelum mengikuti Industrial Mentoring Program, saya hanya memiliki gambaran umum tentang dunia kerja. Namun, setelah mendapat bimbingan dari mentor yang berpengalaman lebih dari 15 tahun di industri manufaktur, saya menjadi lebih memahami apa yang industri butuhkan dan bagaimana saya harus mempersiapkan diri,” ungkap Fauzan dengan antusias.
Sementara itu, Dewi Lestari, mahasiswa jurusan Manajemen yang telah menjalani internship selama enam bulan di sebuah perusahaan perbankan terkemuka, merasakan peningkatan signifikan dalam kemampuan interpersonal dan technical skill-nya.
“Pengalaman magang membuat saya lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan kerja. Saya juga mendapatkan soft skill seperti time management, komunikasi efektif, dan problem-solving yang sangat berharga. Bahkan, perusahaan tempat saya magang menawarkan kontrak kerja tetap setelah saya lulus,” ceritanya dengan bangga.
Data menunjukkan bahwa lulusan Unmuh Kendari yang telah terlibat dalam program kerjasama industri memiliki tingkat keberhasilan penempatan kerja sebesar 94 persen dalam tiga bulan setelah kelulusan, jauh di atas rata-rata nasional yang mencapai 78 persen.
Perspektif Industri: Manfaat dan Ekspektasi
Dari sisi industri, kerjasama dengan Unmuh Kendari memberikan benefit yang signifikan. Perusahaan-perusahaan mitra mendapatkan akses kepada talenta muda yang potensial dan inovatif. Lebih dari itu, kolaborasi dalam riset dan pengembangan membantu perusahaan mengidentifikasi solusi-solusi baru untuk tantangan bisnis mereka.
Hendri Wijaya, Direktur Pengembangan SDM dari PT Sultra Mining Resources, salah satu perusahaan pertambangan terkemuka di Sulawesi Tenggara, melihat kerjasama dengan Unmuh Kendari sebagai investasi jangka panjang.
“Kami percaya bahwa dengan terlibat aktif dalam pengembangan talenta sejak mereka masih di bangku kuliah, kami dapat membentuk mindset dan skill yang sesuai dengan kebutuhan industri. Mahasiswa Unmuh Kendari yang kami rekrut telah menunjukkan adaptasi yang cepat dan komitmen yang tinggi terhadap organisasi kami,” jelasnya.
Rencana Ekspansi dan Visi ke Depan
Memasuki tahun akademik 2026-2027, Universitas Muhammadiyah Kendari merencanakan ekspansi signifikan dari program kerjasama industri. Rencana tersebut mencakup penambahan 15 mitra industri baru, pengembangan empat learning center baru yang berbasis industri, serta peluncuran “Dual Degree Program” dalam kolaborasi dengan universitas internasional.
“Visi kami adalah menjadikan Unmuh Kendari sebagai pioneering institution dalam menciptakan model pendidikan yang seamlessly terintegrasi dengan dunia industri. Kami ingin setiap lulusan kami bukan hanya memiliki knowledge, tetapi juga readiness untuk berkontribusi signifikan di tempat kerja mereka,” ungkap Dr. Hamid Abdullah dengan penuh komitmen.
Sebagai bagian dari ekspansi tersebut, beberapa UKM akan diberdayakan menjadi social enterprises yang tidak hanya memberikan pembelajaran kepada mahasiswa tetapi juga menghasilkan produk atau jasa yang memiliki nilai ekonomi. Model ini diharapkan dapat menciptakan sustainable income stream untuk mendukung operasional UKM sambil memberikan pengalaman entrepreneurial yang authentic kepada mahasiswa.
Penutup
Kerjasama strategis antara Universitas Muhammadiyah Kendari dan dunia industri melalui Unit Kegiatan Mahasiswa mewakili paradigma baru dalam pendidikan tinggi Indonesia. Model ini membuktikan bahwa universitas dapat menjadi lebih dari sekadar institusi transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi catalyst untuk inovasi dan pembangunan ekonomi lokal.
Dengan melibatkan mahasiswa secara aktif dalam kolaborasi industri-akademik, Unmuh Kendari tidak hanya mempersiapkan generasi muda untuk sukses di pasar kerja, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan industri di Sulawesi Tenggara. Momentum ini kiranya perlu menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk mengambil langkah serupa dalam menyesuaikan pendidikan mereka dengan kebutuhan zaman.
Sejalan dengan tema “Merdeka Belajar” yang gencar dipromosikan oleh Kementerian Pendidikan, program kerjasama Unmuh Kendari menunjukkan bahwa kemerdekaan belajar sejati adalah ketika mahasiswa dapat belajar dari dunia nyata, terlibat dalam proyek yang bermakna, dan memiliki kesempatan untuk berkontribusi pada kemajuan industri dan masyarakat.
—
Penulis: Eka Saputra
Editor: Dwi Handoko
Sumber: Humas Universitas Muhammadiyah Kendari
Terbit: 8 April 2026