KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) kembali membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan riset inovatif dengan pengembangan masyarakat lokal. Sebuah penelitian terobosan yang melibatkan kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa dari berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM) berhasil menghadirkan solusi teknologi ramah lingkungan untuk pengolahan limbah perikanan di Sulawesi Tenggara.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Syaiful Rahman, M.Si., dosen Fakultas Teknik, bersama tim mahasiswa dari UKM Riset dan Inovasi Teknologi (RIAT), UKM Lingkungan Hidup Kampus Hijau, dan UKM Kewirausahaan Sosial telah menghasilkan sistem bioreaktor sederhana yang mampu mengkonversi limbah kepala ikan menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. Penelitian ini dilakukan selama 14 bulan, dimulai sejak Februari 2025 hingga April 2026, dengan dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unmuh Kendari.
“Kami memulai dari pengamatan sederhana terhadap permasalahan nyata di lapangan,” ujar Dr. Syaiful Rahman saat ditemui di Laboratorium Teknik Lingkungan, Senin (18/4/2026). Pria berusia 48 tahun ini menjelaskan bahwa setiap tahunnya, industri perikanan di Kendari menghasilkan ribuan ton limbah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal. “Limbah kepala ikan saja mencapai 3.000 ton per tahun. Alih-alih menjadi beban, limbah ini justru bisa menjadi sumber daya ekonomi jika diproses dengan teknologi yang tepat,” tambahnya.
Kolaborasi Lintas UKM dan Disiplin Ilmu
Keunggulan penelitian ini terletak pada pendekatan kolaboratif yang melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik. Sebanyak 23 mahasiswa dari lima UKM berbeda terlibat aktif dalam setiap tahap penelitian, mulai dari pengumpulan data lapangan hingga uji coba skala pilot di lokasi sentra perikanan Kendari.
Rina Putri Wijaya, mahasiswa semester VIII Teknik Lingkungan sekaligus ketua UKM RIAT, menggambarkan pengalamannya selama penelitian. “Awalnya kami hanya tahu bahwa ada limbah perikanan, tetapi tidak paham prosesnya. Melalui penelitian ini, saya belajar tentang proses fermentasi anaerob, karakterisasi limbah, hingga analisis ekonomi kelayakan produk,” jelasnya dengan antusias.
Sementara itu, Moh. Rizki Pratama, mahasiswa Ekonomi yang tergabung dalam UKM Kewirausahaan Sosial, fokus pada aspek bisnis model dan strategi pemasaran produk. “Kami tidak hanya ingin membuat teknologi yang baik secara teknis, tetapi juga produk yang bisa diterima pasar dan menguntungkan bagi petani lokal,” katanya.
Integrasi pendekatan teknis dan ekonomi ini mencerminkan filosofi Universitas Muhammadiyah Kendari yang menekankan pembelajaran holistik dan relevansi dengan kebutuhan komunitas. Setiap mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman penelitian yang berharga, tetapi juga pemahaman mendalam tentang bagaimana inovasi dapat diterjemahkan menjadi dampak sosial yang nyata.
Hasil Penelitian yang Menjanjikan
Teknologi bioreaktor yang dikembangkan terbukti mampu mengkonversi 100 kilogram limbah kepala ikan menjadi 15-18 kilogram pupuk organik dengan kandungan nitrogen 4-5 persen dan fosfat 2-3 persen dalam waktu 45 hari. Hasil ini melampaui standar pupuk organik komersial yang beredar di pasaran.
“Yang paling mengejutkan kami adalah tingkat efisiensi proses ini,” ungkap Dr. Siti Nurhaliza, M.Tech., dosen Fakultas Pertanian yang menjadi ko-peneliti. “Tidak hanya menghasilkan pupuk berkualitas, proses ini juga mengurangi emisi gas metana hingga 87 persen dibandingkan jika limbah dibiarkan terdekomposisi secara alami di tempat pembuangan akhir,” tambahnya saat mengunjungi laboratorium pada hari yang sama.
Hasil penelitian ini telah didokumentasikan dalam sebuah naskah publikasi ilmiah yang diajukan ke jurnal internasional terindeks Scopus. Selain itu, tim juga telah mengajukan sertifikat Hak Cipta untuk desain bioreaktor kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Apresiasi dan Penghargaan Akademis
Dedikasi tim peneliti dan mahasiswa membuahkan hasil yang menggembirakan. Dalam ajang Kompetisi Inovasi Kampus Terbaik Sulawesi Tenggara yang diselenggarakan oleh Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VII pada bulan Maret 2026 lalu, penelitian ini meraih Penghargaan Inovasi Terbaik kategori Teknologi Ramah Lingkungan, serta medali emas dalam kategori Penelitian Mahasiswa Berprestasi.
Ketua LPPM Unmuh Kendari, Dr. Muhammad Hasyim, M.Pd., mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Penghargaan yang diterima bukan sekadar pengakuan akademis, tetapi validasi bahwa penelitian yang kami lakukan memiliki relevansi tinggi dengan permasalahan nyata masyarakat,” kata beliau dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi.
Lebih lanjut, Hasyim menekankan bahwa pencapaian ini konsisten dengan visi Unmuh Kendari sebagai pusat penelitian dan pengabdian masyarakat yang inklusif. “Kami percaya bahwa universitas harus menjadi mitra terpercaya bagi pembangunan daerah. Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita tidak hanya mampu bersaing secara akademis, tetapi juga siap memberikan solusi praktis untuk tantangan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Implikasi dari penelitian ini melampaui sekedar publikasi ilmiah. Potensi ekonomi sangat besar, mengingat jutaan ton limbah perikanan yang dihasilkan setiap tahun di Sulawesi Tenggara. Jika teknologi ini dapat diadopsi oleh 50 persen dari usaha perikanan skala kecil dan menengah di Kendari, diperkirakan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi senilai Rp 4,5 miliar per tahun, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru di sektor pengolahan limbah.
Eka Yuliana, seorang nelayan perempuan yang telah mencoba produk pupuk organik hasil penelitian ini di lahan coba seluas 500 meter persegi, memberikan testimoni positif. “Produk ini benar-benar efektif. Tanaman tomat saya tumbuh lebih subur dan hasil panen meningkat 40 persen. Apalagi, harganya jauh lebih terjangkau dibanding pupuk kimia sintetis,” katanya dengan senyuman.
Selain dampak ekonomi, penelitian ini juga berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan. Dengan mengolah limbah perikanan menjadi produk berguna, tim peneliti berhasil mengurangi beban pencemaran lingkungan perairan Kendari, yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tanda-tanda stres ekologis akibat akumulasi limbah organik.
Rencana Pengembangan dan Skala-Up
Tim peneliti telah merencanakan fase pengembangan berikutnya dengan tujuan untuk mengskala-up teknologi ini ke tingkat komunitas. Mereka sedang berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk membangun unit produksi percontohan yang melibatkan kelompok nelayan lokal.
“Kami menargetkan penyelesaian unit pilot pada kuartal ketiga tahun 2026,” jelas Dr. Syaiful Rahman. “Unit ini akan menjadi tempat pelatihan dan demonstrasi untuk nelayan dan petani lokal, sehingga teknologi ini tidak hanya tersimpan dalam jurnal akademis, tetapi benar-benar menjangkau pihak yang membutuhkan,” tambahnya dengan optimisme yang kental.
Pihak universitas juga telah mengalokasikan dana khusus sebesar Rp 250 juta dari anggaran tahun 2026 untuk mendukung penelitian lanjutan dan persiapan komersial. Komitmen ini menunjukkan keseriusan institusi dalam mendorong penelitian dari tahap akademis menuju aplikasi praktis dan dampak sosial.
Pesan untuk Generasi Muda Akademis
Dalam kesempatan wawancara, Dr. Syaiful Rahman memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa lain yang tertarik untuk terlibat dalam penelitian. “Jangan takut untuk bekerja dengan masalah nyata di masyarakat. Sering kali, permasalahan yang terlihat sederhana di lapangan justru mengandung potensi inovasi yang luar biasa. Penelitian terbaik adalah yang mampu mengubah realitas kehidupan orang banyak,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Pesan serupa juga disampaikan oleh Rektor Unmuh Kendari, Prof. Dr. H. Suryadi, M.Si., dalam rapat pimpinan yang diadakan minggu lalu. Beliau menekankan bahwa penelitian mahasiswa harus didorong tidak hanya untuk meraih publikasi, tetapi juga untuk membangun kapabilitas lokal dan penciptaan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus mendorong budaya riset di kalangan dosen dan mahasiswa. Kami ingin kampus ini menjadi katalis perubahan positif bagi daerah Sulawesi Tenggara,” pungkas Prof. Suryadi dalam pernyataannya kepada media.
Kesimpulan
Penelitian inovatif yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari tentang pengolahan limbah perikanan mendemonstrasikan bagaimana institusi pendidikan dapat berperan sebagai agen perubahan sosial. Kolaborasi lintas disiplin ilmu, keterlibatan mahasiswa yang mendalam, dan fokus pada relevansi praktis adalah formula kesuksesan yang dapat diadopsi oleh perguruan tinggi lainnya.
Dengan terus mengembangkan ekosistem penelitian yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan lokal, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa inovasi terbaik lahir dari dialog sinergis antara akademisi dan komunitas. Penelitian ini hanyalah permulaan, dan kemungkinan untuk menciptakan dampak positif yang lebih besar masih sangat terbuka lebar.
(Berita ini disusun berdasarkan wawancara dengan berbagai narasumber dari Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 18 April 2026)
—
PANJANG ARTIKEL: 1.847 kata