Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membanggakan pencapaian akademik mahasiswanya. Pada ajang Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), lima mahasiswa dari berbagai program studi berhasil meraih juara pertama kategori IoT dan Aplikasi Mobile. Prestasi luar biasa ini menjadi bukti nyata komitmen Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus dalam membina dan mengembangkan talenta-talenta terbaik di tingkat nasional.
Kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 300 tim dari seluruh Indonesia ini berlangsung pada 25-28 Maret 2026 di Jakarta Convention Center. Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari yang diberi nama “Kendari Innovation Hub” berhasil mengalahkan pesaing-pesaing dari universitas ternama lainnya dengan menghadirkan sebuah aplikasi mobile yang inovatif dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Perjalanan Menuju Kesuksesan
Kesuksesan tim “Kendari Innovation Hub” tidak terlepas dari dedikasi luar biasa para anggota yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. Tim ini terdiri dari Akbar Ridho Pratama (mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, angkatan 2021), Siti Nur Azizah (mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, angkatan 2021), Muhammad Rizki Hermawan (mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, angkatan 2022), Yuli Andriani (mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual, angkatan 2021), dan Rinto Wijaya (mahasiswa Program Studi Manajemen, angkatan 2022).
Persiapan intensif untuk kompetisi ini dimulai sejak Oktober 2025, ketika tim pertama kali mendaftar. Dalam kurun waktu enam bulan, kelima mahasiswa tersebut menjalani proses brainstorming, riset pasar, pengembangan prototype, hingga melakukan uji coba lapangan di beberapa lokasi di Kota Kendari dan sekitarnya.
“Kami memulai dengan mengidentifikasi masalah nyata yang dialami masyarakat lokal Sulawesi Tenggara,” ujar Akbar Ridho Pratama, ketua tim, saat ditemui di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari pada Rabu (02 April 2026). Pemuda berusia 21 tahun ini menjelaskan bahwa inspirasi aplikasi mereka berasal dari pengamatan langsung terhadap kebutuhan petani lokal dalam mengelola hasil panen dan memasarkan produk pertanian mereka.
Aplikasi “AgriBiz Connect” Sebagai Solusi
Produk inovasi yang dihasilkan adalah sebuah aplikasi mobile bernama “AgriBiz Connect” yang dirancang khusus untuk menghubungkan petani lokal dengan pembeli potensial, baik dari kalangan pengusaha distributor maupun konsumen akhir. Aplikasi ini mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) untuk monitoring kondisi lahan pertanian secara real-time, artificial intelligence untuk prediksi hasil panen, dan sistem marketplace yang memudahkan transaksi jual-beli.
“Fitur unggulan kami adalah sensor IoT yang dapat dipasang di lahan pertanian untuk memantau kelembaban tanah, suhu, dan tingkat cahaya. Data ini kemudian dianalisis oleh sistem AI kami untuk memberikan rekomendasi perawatan tanaman yang optimal,” jelas Siti Nur Azizah, yang bertanggung jawab atas aspek pengembangan sistem.
Inovasi ini terbukti meningkatkan produktivitas pertanian hingga 35 persen berdasarkan uji coba lapangan yang dilakukan di tiga desa di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Selain itu, aplikasi ini juga membantu meningkatkan pendapatan petani rata-rata sebesar Rp 2 juta hingga Rp 5 juta per bulan melalui akses pasar yang lebih luas.
Dukungan Unit Kegiatan Mahasiswa
Kesuksesan ini tentunya tidak terlepas dari peran strategis Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. UKM yang terdiri dari berbagai kelompok minat, termasuk kelompok tech innovation dan entrepreneurship, telah menjadi inkubator bagi ide-ide cemerlang mahasiswa.
Kepala UKM Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Wahyu Setiawan, M.Si., mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tim mahasiswa tersebut. “Prestasi ini adalah hasil dari ekosistem pendukung yang kami bangun di kampus. UKM kami tidak hanya menjadi wadah kreativitas, tetapi juga menjadi jembatan menuju dunia nyata,” katanya dalam wawancara eksklusif pada Kamis (03 April 2026).
Wahyu Setiawan menambahkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari innovation lab yang dilengkapi dengan peralatan teknologi terkini, mentoring dari dosen berpengalaman, hingga beasiswa khusus untuk mahasiswa yang terlibat dalam kompetisi tingkat nasional dan internasional.
“Kami percaya bahwa mahasiswa adalah aset berharga yang harus dikembangkan potensinya secara maksimal. Investasi kami dalam mendukung kegiatan UKM adalah investasi jangka panjang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa entrepreneurship dan inovasi,” lanjut Drs. Wahyu Setiawan.
Peran Mentor dan Dosen Pembimbing
Dalam pencapaian ini, peran mentor dan dosen pembimbing juga sangat signifikan. Tim mahasiswa “Kendari Innovation Hub” mendapatkan bimbingan dari Dr. Bambang Sutrisno, M.T., dosen Program Studi Teknik Informatika, serta Dr. Eka Putri Sari, M.Sc., dosen Program Studi Sistem Informasi.
“Saya dan Dr. Eka sangat bangga dengan dedikasi kelima mahasiswa ini. Mereka tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki passion tinggi untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Sejak awal, saya melihat potensi besar dalam tim ini,” ungkap Dr. Bambang Sutrisno saat dihubungi melalui sambungan video call pada Jumat (04 April 2026).
Beliau menjelaskan bahwa proses mentoring dilakukan secara intensif dengan pertemuan rutin setiap minggu untuk diskusi teknis, evaluasi progress, dan problem solving. “Kami juga mendorong mereka untuk tidak hanya fokus pada aspek teknologi, tetapi juga mempertimbangkan aspek bisnis, sosial, dan lingkungan dari inovasi mereka,” tambah Dr. Bambang Sutrisno.
Dampak dan Prospek ke Depan
Kemenangan dalam kompetisi nasional ini membuka peluang baru bagi tim “Kendari Innovation Hub”. Mereka telah menerima penawaran untuk mengembangkan lebih lanjut aplikasi “AgriBiz Connect” dengan dukungan dari beberapa investor lokal dan nasional yang tertarik dengan potensi bisnis dari solusi pertanian digital ini.
Lebih dari itu, prestasi ini juga memberikan dampak positif bagi reputasi dan citra Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat nasional. Sebagai universitas di daerah, pencapaian mahasiswa tingkat nasional seperti ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di kampus Kendari tidak kalah dengan universitas-universitas di kota-kota besar lainnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Ahmad Syaiful Bahri, S.E., M.Si., memuji pencapaian mahasiswa tersebut dalam rapat pimpinan kampus pada hari Senin (31 Maret 2026). “Prestasi ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan dukungan lebih besar lagi terhadap kegiatan-kegiatan yang melibatkan mahasiswa dalam kompetisi nasional dan internasional,” kata Prof. Ahmad Syaiful Bahri.
Rektor juga berkomitmen untuk meningkatkan anggaran untuk pengembangan infrastruktur innovation lab dan memberikan insentif khusus bagi mahasiswa dan dosen yang berhasil meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Inspirasi untuk Mahasiswa Lain
Kesuksesan tim “Kendari Innovation Hub” diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk berani bermimpi besar dan mengembangkan ide-ide inovatif mereka. Banyak mahasiswa yang telah menghubungi UKM untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang bagaimana cara mengikuti kompetisi serupa.
Akbar Ridho Pratama memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa-mahasiswa lain. “Jangan pernah meremehkan ide-ide kalian, tidak peduli seberapa sederhana atau belum matang ide tersebut pada awalnya. Dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan dari mentor yang tepat, ide-ide tersebut bisa berkembang menjadi sesuatu yang benar-benar berdampak,” kata mahasiswa Program Studi Teknik Informatika angkatan 2021 ini.
Rencana Ekspansi dan Pengembangan Lebih Lanjut
Ke depannya, tim “Kendari Innovation Hub” berencana untuk tidak hanya mengembangkan aplikasi “AgriBiz Connect”, tetapi juga memperluas jangkauan produk mereka ke berbagai sektor pertanian lainnya, termasuk peternakan dan perikanan. Mereka juga merencanakan untuk melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah lain di Indonesia, khususnya daerah-daerah dengan potensi pertanian tinggi.
“Target kami adalah dalam tiga tahun ke depan, aplikasi AgriBiz Connect sudah digunakan oleh minimal 10.000 petani di seluruh Indonesia dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi komunitas petani,” ungkap Muhammad Rizki Hermawan, yang menangani aspek teknis dan infrastruktur aplikasi.
Penutup
Prestasi yang diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 adalah bukti nyata dari komitmen kampus dalam mengembangkan talenta-talenta terbaik. Dengan dukungan penuh dari Unit Kegiatan Mahasiswa, dosen pembimbing, pimpinan kampus, dan infrastruktur yang memadai, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari terbukti mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat nasional.
Kesuksesan ini diharapkan menjadi momentum awal untuk meningkatkan kontribusi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menghasilkan inovasi-inovasi yang tidak hanya akademis, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya, dan Indonesia umumnya.
Perjalanan menuju menjadi universitas yang dikenal dengan kontribusi inovasi dan entrepreneurship-nya telah dimulai. Dengan terus mendorong dan mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus melahirkan lulusan-lulusan berkualitas yang siap menjadi pemimpin dan pencipta solusi di masa depan.
—
Berita ini ditulis berdasarkan wawancara dengan berbagai narasumber terkait dari Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 02-04 April 2026.